Selamat Datang

Melalui blog Tumbuhan Bali ini saya menayangkan berbagai jenis tumbuhan yang mempunyai arti penting dalam kehidupan orang Bali, terutama jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara agama dan pemanfaatan lain dalam kaitan dengan tradisi masyarakat Bali. Tayangan akan saya fokuskan pada pengenalan ciri-ciri morfologis yang dilengkapi dengan foto untuk memudahkan melakukan pengenalan, terutama bagi Anda yang hanya pernah mendengar nama tetapi belum pernah melihat sendiri bagaimana 'rupa' sesungguhnya dari tumbuhan tersebut. Karena latar belakang saya adalah pertanian maka saya mengalami keterbatasan uraian mengenai pemanfaatan dalam berbagai aspek kehidupan orang Bali, terutama dalam pemanfaatan untuk upacara keagamaan. Untuk melengkapinya, saya akan dengan terbuka menerima masukan dari Anda, terutama dari Anda yang merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu untuk Bali.

Moolatho Brahma Roopaya, Madhyato Vishnu Roopini, Agratas Shiv Roopaya, Vriksha Rajayte Namaha.
Brahma shaped at the root, Vishnu shaped in the middle and Shiva shaped at the top, we salute You, the king of all trees.

Daftar Istilah Morfologi Tumbuhan

Klik huruf awal istilah di bawah ini untuk mencari definisi:
A, B, C, D-E, F-H, I-L, M-O, P, Q-R, S, T-U, V-Z, dari New South Wales Flora Online
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J-K, L, M, N, O, P-Q, R, S, T, U, V, W-Z, dari Flora Australia
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Z, dari Angiosperm Phylogeny Website

Nama dan Klasifikasi

Seperti halnya mengenal orang, tumbuhan juga mempunyai nama. Tidak seperti nama orang yang berbeda karena orang tua memberi nama sesuai dengan keinginannya, nama tumbuhan berbeda-beda karena bahasa. Nama tumbuhan base dalam bahasa Bali, disebut sirih dalam bahasa Indonesia dan betle dalam bahasa Inggris. Memang ada beberapa jenis tumbuhan yang mempunyai nama yang sama dalam beberapa bahasa, salak misalnya, namanya memang sama dalam bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, tetapi tetap saja berbeda dalam bahasa lainnya. Hal ini tentu saja menyulitkan mengingat di dunia ini terdapat sedemikian banyak bahasa. Untuk mengatasi kesulitan ini maka penamaan tumbuhan diatur secara secara internasional melalui aturan tatanama tumbuhan yang dahulu dikenal dengan nama International Code of Botanical Nomenclature (ICBN), tetapi sejak Juli 2011 telah diubah menjadi International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants (ICN). Melalui aturan tatanama ini, setiap jenis (spesies) tumbuhan mempunyai nama ilmiah yang untuk golongan tumbuhan lazim disebut nama botanis.

Tujuan  pemberian nama ilmiah adalah untuk mengatur melalui aturan tatanama yang disepakati agar tersedia satu nama benar (untuk binatang disebut nama sahih) yang diterima di seluruh dunia untuk tumbuhan dalam kelompok taksonomik (takson) tertentu. Tujuan ini menyiratkan bahwa nama ilmiah diberikan terhadap tumbuhan dalam berbagai tingkat pengelompokkan. Pengelompokan tumbuhan dan mahluk hidup lainnya, yang lazim disebut klasifikasi biologis, sebenarnya merupakan hal yang terpisah dari penamaan, tetapi sebagaimana tersirat dari tujuan pemberian nama, menjadi saling berkaitan. Klasifikasi mengelompokkan tumbuhan ke dalam kelompok taksonomik secara berperingkat dari kelompok paling besar sampai akhirnya jenis (spesies) mahluk hidup itu sendiri dan kelompok di bawah jenis. Peringkat dalam klasifikasi mahluk hidup disebut peringkat taksonomi. Nama peringkat tersebut, yang diatur melalui tatanama botanis, dalam bahasa Latin adalah: regnum, phylum/divisio, classis, ordo, familia, genus, dan species, dalam Bahasa Inggris adalah: kingdom, phylum/division, class, order, family, genus, dan spesies, serta dalam Bahasa Indonesia adalah: kerajaan, filum/divisi, kelas, bangsa, suku, marga, dan jenis. Peringkat di bawah spesies disebut peringkat intraspesies dab dapat terdiri atas subspesies, varietas, atau forma, masing-masing tanpa urutan pemeringkatan di antara satu0dengan lainnya.

Bergantung pada peringkat taksonomik, nama tumbuhan dapat terdiri atas satu, dua, atau tiga kata sebagai berikut:
  • Satu  kata, untuk peringkat marga (genus) ke atas, nama diakhiri dengan akhiran berikut: divisi: –phyta, sub-divisi: -phytina, kelas: -opsida, sub-kelas: -idae, bangsa besar (super-ordo): -anae, bangsa (ordo): -ales, anak-bangsa (sub-ordo): -ineae, bangsa kecil (infra-ordo): -aria, suku besar (super-famili): -acea, suku (famili): -aceae, anak-suku (subfamily): -oideae, puak (tribe): -eae, anak-puak (sub-tribe): -ina, kecual marga, tanpa akhiran khusus. Untuk setiap nama peringkat tersebut, nama harus ditulis dengan huruf awal menggunakan huruf kapital. Nama takson di atas peringkat marga untuk tumbuhan jagung adalah kerajaan: Plantae, sub-kerajaan: Viridaeplantae (tumbuhan hijau), infra-kerajaan: Streptophyta (tumbuhan darat), divisi: Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh angkut), sub-divisi: Spermatophytina (tumbuhan berbiji), infra-divisi: Angiospermae (tumbuhan berbunga), kelas: Magnoliopsida, super-ordo: Lilianae (tumbuhan berkeping tunggal), ordo: Poales, famili: Poaceae (rerumputan), genus: Zea (jagung dan kerabatnya).
  • Dua kata, untuk nama pada peringkat jenis (spesies) ke atas tetapi di bawah marga (genus). Nama jenis (spesies) terdiri atas nama genus dan nama epitet dalam satu kesatuan nama. Nama yang terdiri atas dua kata sebagai satu kesatuan ini disebut nama binomial. Selan jenis (spesies), peringkat takson yang juga mempunyai nama binomial adalah anak marga (sub-genus), seksi, anak-seksi (sub-seksi), seri, dan anak-seri (sub-seri). Nama binomial untuk peringkat jenis tumbuhan jagung adalah Zea mays, nama binomial untuk peringkat di atas jenis (spesies) adalah: Paraserianthes sect. Falcataria (nama genus disertai dengan nama seksi, dipisahkan dengan sect.). Nama spesies yang merupakan hasil hibrida alami dituliskan dengan dengan menggunakan nama spesies induknya dihubungkan dengan tanda kali (x), misalnya Agrostis stolonifera L. × Polypogon monspeliensis (L.) Desf, atau untuk hibrida dalam satu genus dengan menempatkan tanda kali di antara nama genus dan nama epite, misalnya  Mentha ×smithiana R. A. Graham
  • Tiga bagian, untuk nama pada peringkat di bawah jenis (spesies), terdiri atas nama binomial spesies ditambah dengan nama epitet peringkat di bawah spesies, dipisahkan dengan singkatan nama peringkat. Nama tiga bagian untuk peringkat subspesies adalah Zea mays ssp. mexicana, untuk peringkat varietas adalah Zea mays var. parviglumis.

Nama kelompok takson sebenarnya ditulis dengan cetak miring, tetapi yang diwajibkan adalah nama takson jenis (spesies) ke bawah. Dalam penulisan nama takson jenis (spesies), huruf pertama nama genus harus ditulis dengan guruf kapital, sedangkan huruf pertama nama epitet ditulis dengan huruf kecil, meskun nama epitet tersebut merupakan nama orang atau nama tempat. Pada pencantuman pertama kali dalam satu tulisan, terutama pada tulisan ilmiah, nama takson harus disertai dengan nama pemberi nama (author) yang disingkat sesuai dengan ketentuan yang merujuk pada Brummitt & Powell (1992). Perhatikan contoh berikut:
  • Amaranthus retroflexus L., nama Linnaeus dengan L., bukan dengan Linn. Untuk penulisan berikutnya, cukup ditulis Amaranthus retroflexus atau A. retroflexus.
  • Hyacinthoides italica (L.) Rothm., menyatakan bahwa Linnaeus pertama kali memberikan nama lain (Scilla italica) dan kemudian Rothmaler memindahkan genus tumbuhan ini ke Hyacinthoides, dengan tetap menggunakan epitet yang digunakan oleh Linnaeus.
  • Zea mays ssp. mexicana (Schrad.) H.H. Iltis, mula-mula diberi nama Euchlaena mexicana oleh Schrad., kemudian diubah menjadi Zea mays ssp. mexicana oleh H.H. Iltis, dalam hal ini nama pemberi nama dituliskan untuk merujuk pada epitet sub-spesies.
  • Agrostis stolonifera L. × Polypogon monspeliensis (L.) Desf, menunjukkan jenis hibrida dengan insuk Agrostis stoloniferayang diberi nama oleh Linnaeus dan Polypogon monspeliensis yang mula-mula diberi nama lain oleh Linnaeus dan kemudian diubah menjadi nama ini oleh Desf.
  • Mentha ×smithiana R. A. Graham, menunjukkan jenis hibrida intragenus Mentha, dengan pemberi nama R. A. Graham.
Nama ilmiah jenis (spesies) berlaku untuk jenis alami (liar) maupun jenis budidaya. Namun untuk nama hibrida, dibedakan antara hibrida alami (liar) dan hibrida buatan. Untuk tumbuhan hasil hibrida buatan, berlaku aturan tatanama tanaman budidaya (International Code of Nomenclature for Cultivated Plants, ICNP). Varietas budidaya tidak disebut varietas, melainkan kultivar (cultivates variety). Berikut adalah contoh tatanama yang digunakan untuk tanaman budidaya:
  • Clematis alpina 'Ruby' atau Clematis alpina cv. Ruby: kultivar dalam satu jenis (spesies) Clematis alpina.
  • Magnolia 'Elizabeth': kultivar hybrida anatar dua atau lebih jenis (spesies) Magnolia.
  • Rhododendron boothii Kelompok Mishmiense (Mishmiense Group), kelompok jenis (spesies) yang terdiri pula atas spesies lain sebagai anggota kelompok, nama kelompok diawali dengan huruf kapital, demikian juga dengan tulisan kelompok.
  • Paphiopedilum grex Sorel (Sorel grex): grex digunakan mirip dengan kelompok, tetapi khusus untuk angrek, nama grel diawali dengan huruf kapital, tetapi tulisan grex tidak.
  • Apple 'Jonathan': nama umum untuk apel dengan nama kultivar Jonathan.
  • +Crataegomespilus : nama sambung-chimaera antara Crataegus dan Mespilus
Perhatikan bahwa peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak membedakan antara varietas alami dan varietas budidaya, semuanya disebut varietas.

Nama ilmiah tumbuhan yang digunakan di Internet maupun dalam berbagai buku teks belum tentu merupakan nama ilmiah yang diterima. Untuk memeriksa apakah suatu nama ilmiah merupakan nama yang diterima, diperlukan pemeriksaan dengan menggunakan layanan pemeriksaan nama ilmiah berbagai golongan mahluk hidup seperti Global Biodiversity Iinformation Facility Data Portal (GBIF Data Portal) atau Integrated Taxonomy Information System (ITIS). Selain itu, Anda juga dapat menggunakan jasa pemeriksaan nama ilmiah khusus untuk tumbuhan seperti The Plant List, IOPI Provisional Global Plant Checklist (seluruh tumbuhan berbunga), Tropicos (seluruh tumbuhan berbunga, algae, dan jamur), World Checklist of Selected Plant Families (tumbuhan bangsa tertentu), The Gymnosperm Database (tumbuhan biji terbuka), Annonaceae Database (Annonaceae), Brassicaceae Checklist (Brassicaceae), ILDIS (Fabaceae), Lecythidaceae Pages (Lecythidaceae), MelNet (Melastomataceae), Solanaceae Source (Solanaceae), Umbellifer Resource Centre (Umbelliferae), dan Early Land Plants Today (tumbuhan darat primitif). Bantulah mengurangi penggunaan nama ilmiah secara sembarangan dengan memeriksa nama ilmiah pada layanan tersebut di atas.

Nama tumbuhan merupakan satu hal, mengenali tumbuhan dengan nama tertentu merupakan hal lain. Untuk mengenali tumbuhan, perlu dilakukan identifikasi. Untuk bisa mengidentifikasi tumbuhan, Anda perlu mengetahui morfologi tumbuhan. Anda dapat mempelajari dasar-dasar morfologi tumbuhan dari Wikipedia:


Di antara bagian-bagian tumbuhan yang diperlukan untuk melakukan identifikasi, bunga dan buah merupakan bagian yang paling penting diketahui. Mengingat pentingnya kedua bagian ini maka saya membuatkan ringkasan mengenai kedua bagian ini, dengan merujuk kepada Wikipedia dan sejumlah sumber lain:
Bagi Anda yang belum begitu mengenal morfologi tumbuhan, silahkan juga mempelajari morfologi bagian-bagian tumbuhan berdaun lebar dan rumput dengan menggunakan gambar sebagai rujukan. Dalam menunjukkan morfologi, gambar dapat berbicara jauh lebih banyak daripada kata-kata. Meskipun demikian, juga perlu dibaca dan dipelajari daftar istilah morfologi tumbuhan. Setelah cukup mengenal morfologi tumbuhan, Anda dapat melakukan identifikasi gulma dengan memanfaatkan dukungan identifikasi online.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar