Selamat Datang

Melalui blog Tumbuhan Bali ini saya menayangkan berbagai jenis tumbuhan yang mempunyai arti penting dalam kehidupan orang Bali, terutama jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara agama dan pemanfaatan lain dalam kaitan dengan tradisi masyarakat Bali. Tayangan akan saya fokuskan pada pengenalan ciri-ciri morfologis yang dilengkapi dengan foto untuk memudahkan melakukan pengenalan, terutama bagi Anda yang hanya pernah mendengar nama tetapi belum pernah melihat sendiri bagaimana 'rupa' sesungguhnya dari tumbuhan tersebut. Karena latar belakang saya adalah pertanian maka saya mengalami keterbatasan uraian mengenai pemanfaatan dalam berbagai aspek kehidupan orang Bali, terutama dalam pemanfaatan untuk upacara keagamaan. Untuk melengkapinya, saya akan dengan terbuka menerima masukan dari Anda, terutama dari Anda yang merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu untuk Bali.

Moolatho Brahma Roopaya, Madhyato Vishnu Roopini, Agratas Shiv Roopaya, Vriksha Rajayte Namaha.
Brahma shaped at the root, Vishnu shaped in the middle and Shiva shaped at the top, we salute You, the king of all trees.

Daftar Istilah Morfologi Tumbuhan

Klik huruf awal istilah di bawah ini untuk mencari definisi:
A, B, C, D-E, F-H, I-L, M-O, P, Q-R, S, T-U, V-Z, dari New South Wales Flora Online
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J-K, L, M, N, O, P-Q, R, S, T, U, V, W-Z, dari Flora Australia
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Z, dari Angiosperm Phylogeny Website

Minggu, 21 Juli 2013

Gatep/Gayam

Ketika masih kanak-kanak dahulu, saya pernah diberi oleh-oleh berupa buah yang oleh nenek saya disebut gatep. Nagian yang dimakan sebenarnya bukan buahnya, melainkan kotiledon bijinya, setelah terlebih dahulu direbus, dikukus, dipanggang, atau dibakar. Rasanya kenyal dan gurih, cocok untuk nyamikan. Sampai kini saya sendiri belum pernah melihat pohonnya di Bali, justeru melihat di luar Bali. Tumbuhan asal Asia Tenggara dan Pasifik Selatan ini mempunyai nama Inocarpus fagifer (Parkinson) Fosberg (periksa nama ilmiah, sinonim, dan klasifikasi di GBIF Data Portal, ITIS, dan The Plant List) dan nama umum gayam (Indonesia), tahitian chestnut, polynesian chestnut, aila atau mape tree (Inggris).

Gatep merupakan pohon selalu hijau berukuran sedang, tinggi pada umumnya 20 m tetapi dapat mencapai 30 m, diameter tajuk mencapai 4-6 m. Batang berakar papan di bagian pangkal, tonjolan akar papan tampak sampai ke batang, diameter setinggi dada pada umumnya 30 cm, dapat mencapai 90 cm, permukaan batang kasar, kulit batang pecah dan mengelupas, mula-mula coklat tapi kemudian menjadi abu-abu, percabangan primer menyepiral, percabangan sekunder rapat. Daun sederhana berselang-seling, seperti kulit, bulat telur memanjang, 160–390 mm x 70–130 mm, tulang daun utama tampak jelas, ujung meruncing, pangkal melengkung ke dalam, tepi rata, tangkai daun 5 mm. Perbungaan menggerombol pada ujung cabang atau ranting, bunga wangi, panjang 10 mm, daun mahkota 5, hijau pucat atau krim, berbunga pada umumnya pada bulan November-Desember. Buah bundar telur memanjang, agak memipih, 46–130 mm x 34–120 mm x 40 mm, tunggal atau dalam kelompok, berat 50–110 g, kulit buah muda hijau, berubah menjadi kuning atau oranye-coklat, daging buah berserat, biji berbentuk ginjal, ditutupi lapisan tipis berserat, 20–70 mm x16–40 mm, berat 5–50 g, beracun tetapi dapat dimakan setelah diolah. Daging buah dimakan oleh burung dan kalong yang membantu menyebarkan biji.

Gatep Inocarpus fagifer, A: batang, B: ranting dan daun, C: perbungaan, D: ranting, daun, dan buah muda, E: buah pada cabang, F: buah pada ujung ranting, G:biji gatep siap dikonsumsi

Selain bijinya, tumbuhan gatep juga dimanfaatkan bagian-bagian lainnya. Kulit batang dan daunnya berkhasiat obat herbal, kayunya dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Sebagai tumbuhan legum, gatep dapat ditanam sebagai bagian dari sistem agroforestry. Bijinya merupakan makanan snack (kudapan) kampung yang tidak kalah lezat daripada berbagai macam kudapan siap saji yang disapa dengan ucapan Om Swastyastu sehingga membanjiri kampung-kampung (warung di bale banjar) di Bali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar