Selamat Datang

Melalui blog Tumbuhan Bali ini saya menayangkan berbagai jenis tumbuhan yang mempunyai arti penting dalam kehidupan orang Bali, terutama jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara agama dan pemanfaatan lain dalam kaitan dengan tradisi masyarakat Bali. Tayangan akan saya fokuskan pada pengenalan ciri-ciri morfologis yang dilengkapi dengan foto untuk memudahkan melakukan pengenalan, terutama bagi Anda yang hanya pernah mendengar nama tetapi belum pernah melihat sendiri bagaimana 'rupa' sesungguhnya dari tumbuhan tersebut. Karena latar belakang saya adalah pertanian maka saya mengalami keterbatasan uraian mengenai pemanfaatan dalam berbagai aspek kehidupan orang Bali, terutama dalam pemanfaatan untuk upacara keagamaan. Untuk melengkapinya, saya akan dengan terbuka menerima masukan dari Anda, terutama dari Anda yang merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu untuk Bali.

Moolatho Brahma Roopaya, Madhyato Vishnu Roopini, Agratas Shiv Roopaya, Vriksha Rajayte Namaha.
Brahma shaped at the root, Vishnu shaped in the middle and Shiva shaped at the top, we salute You, the king of all trees.

Daftar Istilah Morfologi Tumbuhan

Klik huruf awal istilah di bawah ini untuk mencari definisi:
A, B, C, D-E, F-H, I-L, M-O, P, Q-R, S, T-U, V-Z, dari New South Wales Flora Online
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J-K, L, M, N, O, P-Q, R, S, T, U, V, W-Z, dari Flora Australia
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Z, dari Angiosperm Phylogeny Website

Jumat, 28 Juni 2013

Jaka/Enau

Dahulu jaka/enau mudah ditemukan tumbuh di bagian belakang pekarangan rumah, si kampung saya di bagian yang disebut 'teba'. Kini tidak lagi, sehingga setiap Hari Raya Galungan orang lebih mudah menemukannya di pasar. Daun muda jenis palma ini diperlukan untuk membuat hiasan penjor, batang bambu berhias yang lazim ditancapkan di depan setiap pekarangan rumah pada hari raya tersebut. Palma asli kawasan India dan Malesia ini mempunyai nama ilmiah Arenga pinnata (Wurmb) Merr. (periksa nama ilmiah, sinonim, dan klasifikasi di GBIF Data Portal, ITIS, dan The Plant List) dan nama umum dalam bahasa Inggris ssugar palm, arenga palm, areng palm, black-fiber palm, dan gomuti palm. Meskipun merupakan palma serba-guna, jaka/enau bukan merupakan tumbuhan yang dibudidayakan, melainkan tumbuh sendiri.

Palma tidak merumpun, berhenti tumbuh setelah berbunga (hapaxanthic), dan perbungaan berkelamin tunggal (dioecious). Akar hitam, sangat kuat, melebar jauh (sampai lebih dari 10 m) dari batang dan masuk sampai sedalam 3 m. Batang mencapai tinggi 10-20 m dan dengan diameter 30-65 cm, tertutup oleh pangkal tangkai daun yang sudah patah karena tua dan serabut kasar hitam abu-abu. Mahkota rapat, dengan 12-20(-28) daun masih menutup dan telah membuka, sebanyak 3-6 daun berkembang per tahun sampai mencapai jumlah daun maksimum 50 selama hidup enau. Daun menyirip, panjang 9-10(-12) m, tangkai daun sepanjang 1-1,5(-2,3) m, berupih di bagian pangkal. Anak daun banyak (80-130)(-155), seperti pecut, 140-180 cm x 8-11 cm, di sepanjang sumbu dengan dalam beberapa barisan, bagian pangkal bertelinga, bagian tepi lurus dan bagian ujung meruncing atau bergerigi, permukaan atas licin, permukaan bawah kasar bersisik lepas. Perbungaan berkelamin tunggal, menggantung, sering dengan panjang kali lebih dari 2 m, tangkai bercabang menjadi sejumlah bulir. Perbungaan betina 3-7, terbentuk pada bagian atas batang, perbungaan jantan 7-15 terbentuk sesudah perbungaan betina dan di bagian bawah batang. Bunga dengan 3 daun kelopak seperti kulit dan daun mahkota bercuping 3, berbentuk tabung pada bagian dasar. Bunga jantan berjumlah 11.500 pada satu perbungaan, dengan banyak benang sari, kehijauan atau seperti perunggu ketika belum membuka, menguning setelah membuka. Bunga betina berjumlah 15.000 pada satu perbungaan, dengan kantong bakal biji bundar telur beruang 3. Buah merupakan buah buni berbentuk bundar telur atau bundar telur memanjang, panjang 5-8 cm, diameter kira-kira 5 cm, berdaging, mula-mula hijau dan kemudian menjadi kuning dan hitam setelah rontok, berbiji 2-3, biji hitam. Pohon mati setelah 2 tahun sejak perbungaan pertama, tetapi dapat diperpanjang menjadi 10 tahun melalui penderesan secara trampil.

Arenga pinnata (Wurmb) Merr., A: sosok pohon berbuah, B: daun dan pelepah permukaan bawah, C: bunga betina muda, D: bunga jantan muda, E: bunga jantan mekar, F: buah, G: buah matang, H: buah muda direbus dan dibelah untuk mengambil biji muda sebagai bahan membuat kolang-kaling


Jaka/enau merupakan tumbuhan serba-guna. Daun mudanya, disebut 'ambu' (bahasa Bali), digunakan untuk membuat hiasan penjor dan berbagai hiasan lainnya. Daun tuanya, disebut 'ron' (bahasa Bali), digunakan sebagai bahan 'majajahitan', yaitu membuat wadah sesajen dan perlengkapan sesajen lainnya. Ijuk, yaitu serabut kasar yang menutupi batang di bagian pangkal pelepah, digunakan sebagai bahan untuk membuat atap bangunan persembahyangan dan bahan untuk membuat tali dengan cara dipintal. Tali dari bahan ijuk ini lazim digunakan untuk mengikat sambungan dan atap bangunan persembahyangan. Perbungaannya diiris untuk menghasilkan tuak manis yang kemudian dapat diolah menjadi minuman beralkohol (tuak wayah dan arak) atau menjadi gula merah. Batang dari tumbuhan yang belum berbunga merupakan sumber pati yang diperoleh dengan cara memotong dan membelah batang, mencincang bagian lunak di dalamnya, menumbuk, dan kemudian menyaringnya dengan air, mengendapkan, dan kemudian mengeringkannya.

Tautan Luar:
Jaka/enau di World Agroforestry Center
Jaka/enau di BioNET-EAFRINET
Jaka/enau di PALMweb
Jaka/enau di PIER

2 komentar:

  1. Apakah saudara pernah meneliti tentang tumbuhan aren? Soalnya saya lagi ada tugas akhir tentang struktur populasi aren

    BalasHapus
  2. makasih bos infonya dan semoga bermanfaat

    BalasHapus